Mengembara Lintas Benua Sebagai Perwujudan Home Education

P1250871

“Alan nggak sekolah?”. Kami sering mendapat pertanyaan ini dari orang-orang, ketika tahu Alan yang belum genap berusia 6 tahun ini kami ajak road trip Mengembara Lintas Benua. Jawabanya adalah; “Iya, Alan nggak sekolah, tapi tetap mendapatkan edukasi dan road trip menjadi salah satu “kurikulum” nya”.

Kami memiliki hipotesa, dalam sebuah ruang edukasi yang bernama road trip ini, tiga aspek (kognisi, afeksi, dan psikomotorik) mampu berjalan secara paralel. Daya upaya fisik maupun mental dan spiritual akan terolah. Panca indera juga akan berfungsi menyerap pengetahuan baru yang akan ditemui selama perjalanan.

Alan adalah anak berkebutuhan khusus. Ada yang tidak sinkron pada tumbuh kembangnya, jika dibanding anak seusianya. Tertinggal di sisi komunikasi tapi ada lompatan di sisi kognisi. Sejak 2016, diusia Alan 3,5 tahun, kami mulai keluar masuk ruang konsultasi dan terapi di Jakarta Selatan, Bandung dan Bogor. Sampai kemudian kami mendapatkan pencerahan dari Psikolog, Neurolog, Pedagog dan Dokter Tumbuh Kembang tentang apa yang terjadi pada Alan. Sehingga kami kemudian membuat formulasi untuk stimulasi tumbuh kembangnya.

Itulah mengapa kami memilih home education dalam proses pendidikan Alan saat ini. Home bukanlah sekedar bangunan rumah seperti halnya house, melainkan sebuah ruang kasih sayang untuk saling memahami dalam sebuah keluarga. Saling memahami ini diperlukan karena setiap anak memiliki karakter dan cara belajar yang berbeda-beda. Penyeragaman pola pengajaran bisa jadi akan membuat mereka layu sebelum berkembang.

Dengan demikian kami memaknai home education bukanlah sekedar memindahkan kurikulum belajar mengajar dari sebuah bangunan bernama sekolah ke bangunan lain bernama rumah. Tetapi menyelenggarakan sistem pendidikan yang sesuai dengan  karakter belajar serta proses dan progress tumbuh kembang anak. Sifat hommy ini tidak harus berada di rumah tinggal. Ia bisa dibangun dan didapat di manapun, termasuk dalam road trip kali ini.

Saat artikel ini ditulis, kami telah tiba di Thailand. Ini adalah negara ketiga yang kami singgahi setelah Singapore dan Malaysia. Negara ini kami jadikan pits stop pertama untuk menguji hipotesa kami tersebut. Hasilnya menunjukkan banyak perkembangan positif pada Alan. Terutama pada pemahaman Konsep, Perilaku, dan Sensori Integrasi. Catatan perkembangan ini akan kami tuliskan dalam artikel terpisah.

Video di bawah ini salah satu konsep yang dia pelajari, yaitu konsep mata uang: