Proses Pengiriman Mobil dari Batam ke Singapore

photo_2018-09-26_23-54-31

Petualangan itu ternyata tak harus dilakukan di hutan atau jauh di pedalaman. Adrenaline itu bisa juga muncul di sebuah pusat peradaban yang penuh peraturan dengan fasilitas pengawasan dan birokrasi yang ketat. Contohnya : Melintasi Immigration & Checkpoints Authority (ICA) Singapore. Law enforcement-nya bikin deg-degan.

 Jauh hari kami telah menentukan rute. Kami berniat akan mengusahakan lewat darat selama masih ada jalan yang memungkinkan dilewati baik secara infrastruktur maupun secara regulasi. Meskipun kami tahu, itu bakal memakan waktu dan energi untuk melaluinya baik terkait medan maupun pengurusan legal administrasi.

Konsekuensi itu kami ambil karena salah satu misi kami adalah menuntaskan rute Asian Highway 2 (AH2) Network dari Denpasar, Indonesia hingga Khosravi, Iran yang sudah diawali KR Nusantara 1 (Tiger A 280 E) dari Denpasar hingga Banten bulan September 2017.

Itu artinya, dari Banten kami akan melalui Jalan Lintas Sumatera (AH 25) yang merupakan bagian dari AH2 Network. Untuk menuju negara pertama jalur AH2 setelah Indonesia, yaitu Singapore, kami akan menyeberang melalui Pelabuhan Kuala Tungkal Jambi menuju Batam. Permasalahan pertama yang belum terpecahkan sampai hari pelepasan Tim Mengembara Lintas Benua pada tanggal 20 Mei 2018 adalah kami belum menemukan referensi empiris tentang pengiriman mobil untuk turing dari Batam ke Singapore.

Kami sudah menghubungi beberapa forwarder di Batam via telepon dan email. Informasi yang kami dapatkan itu bisa dilakukan. Hanya saja harga yang ditawarkan hampir sama dengan ketika mengirim dari Tanjung Priok ke Singapore yaitu kisaran 40-60 juta rupiah per kendaraan. Kami juga mendapatkan informasi bahwa kapal ferry Batam-Singapore adalah hanya untuk penumpang saja. Tidak seperti kapal roro Merak-Bakauheni atau Kuala Tungkal-Batam yang bisa mengangkut penumpang dan kendaraan sekaligus. Lokasi pelabuhan penumpang dan barang juga terpisah.

Walau harus mengambil resiko dobel budget, yaitu budget perjalanan darat dan budget pengiriman yang sama dari Tanjung Priok, kami tetap menempuh jalur darat AH2 demi setia pada misi kami di atas. Tentu saja sambil tetap berharap bahwa pengiriman dari Batam-Singapore tak semahal itu.

Petualangan dimulai. Kami transit di Batam selama satu minggu. Setiap hari kami mencari forwarder dan mengumpulkan informasi tentang peraturan, kemungkinan denda dan pajak untuk membawa kendaraan ke Singapore. Akhirnya dapat juga. Bahkan bisa dibilang ketiban pulung.

Kami mendapatkan rekomendasi daftar forwardwer dari pejabat kantor Bea Cukai Batam. Kemudian kami mulai menghubungi satu per satu hingga kami bertemu manajer forwarder yang ‘penggila’ Mercedes-benz Boxer. Kebayang kan ketika ketemu sesama Mercedes benz enthusiast?

Dia membantu kami mulai dari penyiapan administrasi hingga koordinasi antara Pelabuhan Batu Ampar (Batam) dan Jurong Port (Singapore). Jadwal pengirimannyapun dipersilahkan kami yang menentukan. Kami mendapatkan special rate, yaitu 700 Dollar Singapore (7 juta rupiah) untuk dua mobil, karena menurutnya, kami membawa nama Indonesia dalam turing ini. Normal rate nya SGD 500 untuk satu mobil.

Singkat cerita, bersama pemilik mercy boxer termulus dari yang pernah kami lihat ini, kami mulai mengurus administrasi di Customs pelabuhan Batu Ampar Batam. Dokumen yang perlu dipersiapkan adalah CPD Carnet, BPKB, daftar seluruh barang bawaan dan passport.

Selesai pemeriksaan di Customs kami menuju dermaga pelabuhan Batu Ampar dan memasukkan KR Nusantara 1 dan Nusantara 2 ke kapal pada tanggal 31 Mei 2018. Awalnya kedua mobil ini akan dimasukkan peti kemas. Namun tinggi KR Nusantara 2 (G300) beserta bawaan di roofrack melebihi ukuran kontainer. Akhirnya mobil langsung masuk deck kapal tanpa peti kemas.

Karena tanggal 1 Juni 2018 adalah hari libur nasional, maka kendaraan baru akan sampai pelabuhan barang di Jurong Port Singapore tanggal 2 Mei 2018 pukul 8.00 Waktu Singapore. Berikut ini adalah proses pemeriksaan di customs Batam dan proses pelepasan hingga memasuki kapal :

Rombongan Tim Mengembara Lintas Benua baru berangkat dua hari berikutnya menggunakan kapal cepat jam 06.00 pagi dari pelabuhan penumpang Sekupang Batam. Sekitar tiga puluh menit kemudian kami tiba di pelabuhan Harbourfront Singapore. Setelah selesai pemeriksaan keimigrasian kami naik taxi menuju pelabuhan barang Jurong Port Singapore yang ditempuh selama kurang lebih 20 menit.

Di kantor Permit Office yang letaknya berada di depan pintu gerbang pemeriksaan pelabuhan, Mr. Kelvin Tan dari Merchedes-Benz Enthusiast Club Singapore (SGMerc) telah menunggu kami. Rasa deg-degan terobati dengan kehadiran pendiri SGmerc ini. Beliau menjadi guide kami untuk menempuh jalur birokrasi pengurusan administrasi pengambilan KR Nusantara 1 dan Nusantara 2.

Pertama, kami harus lapor ke Permit Office untuk mendapatkan barcode yang akan digunakan sebagai password pintu masuk area pelabuhan. Dua orang yang namanya tertera di CPD carnet diminta menunjukkan passport untuk mendapat nomor antrian. Setelah menunggu beberapa saat kami mendapat giliran untuk foto dan scaning sidik jari beserta pergelangan tangan. Tak lama kemudian kami diberi sebuah print out berisi barcode.

Langkah berikutnya, dua orang dari kami yang mendapatkan barcode memasuki pintu utama pelabuhan Jurong Port. Anggota Tim yang lain menunggu di Permit Office. Barcode yang kami dapatkan berfungsi untuk membuka kunci pintu berlapis. Setelah diperiksa oleh petugas Immigration and Checkpoints Authority (ICA) kami dipersilahkan menuju shelter bus untuk diantar menuju dermaga J5 tempat bersandar kapal yang membawa kendaraan kami.

Sampai di dermaga J5 kami langsung menuju kapal, pekerja kapal sudah menunggu kunci mobil yang kami bawa karena mobil perlu digeser mendekati sisi yang lebih dekat dengan crane. Tak lama kemudian KR Nusantara 1 dan Nusantara 2 diangkat dari kapal dan menginjak tanah Singapore. Kami mengendarainya menuju gudang kantor forwarder yang berada sekitar 100 meter dari sandaran kapal. Selesai mengurus administrasi pengambilan kendaraan di kantor gudang, mobil kami kendarai menuju pintu keluar utama pelabuhan. Berikut ini proses pengangkatan KR Nusantara 1 dan 2 dari kapal:

Sebelum melewati portal gerbang utama, kami berhenti di kantor The Immigration & Checkpoints Authority (ICA) untuk pemeriksaan dokumen. Yang mereka tanyakan adalah CPD Carnet, daftar bawaan, dokumen forwarder dan passport. Tanpa pembongkaran bagasi, kami dipersilahkan keluar melewati gerbang utama pelabuhan dan mulai mengaspal di Singapore bersama anggota Tim yang menunggu di Office Permit.

Ternyata melewati Singapore tak sesulit yang kami dengar dan bayangkan sebelumnya. Proses pengurusan juga cepat tak berbelit-belit asalkan dokumen kita komplit dan prosedur diikuti. Petualangan di border pelabuhan selesai. Adrenalin berganti menuju jalanan Singapore yang penuh dengan ketatnya peraturan dan bayang-bayang denda yang siap menguras uang saku jika melakukan pelanggaran.